Orang mengkonsumsi makanan tidak hanya karena harus bergizi tapi juga karena rasanya. Nah, di Indonesia ada beberapa makanan yang dikonsumsi hanya untuk dinikmati rasanya walaupun gizinya tidak ada.
Meski tidak terlalu banyak gizinya, beberapa jenis makanan berikut ini sangat digemari orang Indonesia, seperti dirangkum
detikHealth, Selasa (29/5/2012).
1. KecapKarena dibuat dari bahan kedelai, kecap punya komposisi gizi yang juga ada di dalam kedelai. Penelitian dari
National Institute of Health and Nutrition menunjukkan, kecap bisa menyeimbangkan
hormon esterogen sehingga perempuan tetap sehat setelah menopause.

Meski begitu, kecap belum pernah dijadikan menu standar untuk mengatasi berbagai gejala menopause. Fungsinya hingga kini masih sebatas pembangkit citarasa.
2. SausTomat kaya likopen, yang merupakan antioksidan kuat yang dapat melindungi terhadap beberapa kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, pria yang makan
saus tomat secara teratur lebih kecil kemungkinannya untuk terkena kanker prostat.
Sama seperti kecap, saus tomat juga hanya berfungsi untuk membangkitkan cita rasa dan belum pernah dijadikan menu standar untuk pencegahan kanker prostat.
3. SambalDr Ari Fahrial Syam, konsultan lambung dan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo pernah mengatakan bahwa cabai dalam sambal
baik untuk pencernaan. Bagi yang mengalami sembelit, cabai dapat meningkatkan gerak peristaltik usus sehinga memperlancar proses buang air besar.
Pada kenyataannya, sambal tetap hanya menjadi pelengkap sementara kandungan gizinya masih bisa digantikan oleh sumber makanan yang lain.
4. KerupukMemberikan camilan kerupuk khususnya pada anak dinilai kurang tepat oleh ahli gizi. Kerupuk dianggap tidak memiliki gizi yang cukup untuk pertumbuhan anak yang sedang butuh-butuhnya makanan bergizi tinggi.
"Sebenarnya nilai gizi dari kerupuk itu tidak terlalu bagus," ujar
dr Fiastuti Witjaksono, MSc, SpGK, Spesialis Gizi Klinik RS Cipto Mangunkusumo.
5. Ikan AsinDibandingkan pada ikan segar, kandungan gizi dalam ikan asin tentunya sudah berkurang selama proses pengolahan. Malahan, garam yang dipakai untuk mengasinkan dapat menaikkan tekanan darah dan juga meningkatkan risiko kanker.
"Ikan asin yang dimakan dengan nasi panas kelihatannya memang enak, tapi itu bisa menyebabkan kanker nasofaring (tenggorokan)," jelas
DR Dr Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).